MA
Korban kejadian Gampong Cot Keng
"Saya pernah disuruh tiarap saat sedang hamil, dan tentara mengancam akan membawa kepala bayi saya. Sampai sekarang, saya masih takut kalau melihat tentara lewat. Saya hanya ingin damai itu bertahan."
Berikut adalah kisah-kisah korban yang telah didokumentasikan oleh tim KKR.
Baca Narasi Peristiwa
"Saya pernah disuruh tiarap saat sedang hamil, dan tentara mengancam akan membawa kepala bayi saya. Sampai sekarang, saya masih takut kalau melihat tentara lewat. Saya hanya ingin damai itu bertahan."
"Saya melihat suami saya dari jauh sebelum ia dibawa pergi. Setelah itu, hanya jenazahnya yang kembali. Saya sudah memaafkan, tapi luka itu tidak hilang."
"Saya melihat mayat suami saya di pasar. Kepalanya seperti kelapa yang baru dibelah. Kalau mereka tidak tembak suami saya, anak-anak saya pasti bisa sekolah tinggi."
"Mereka bilang kepala suami saya digantung di pohon rotan. Saya tak pernah bisa memastikan kebenarannya. Saya sudah memaafkan semuanya. Saya hanya ingin hidup tenang."
"Abang saya bukan siapa-siapa, tapi disiksa seperti binatang. Perutnya ditusuk-tusuk dengan senjata panas. Ia pulang dengan tubuh hitam lebam dan meninggal tak lama kemudian."
"Suami saya ditembak di sawah, di depan mata warga. Ia tidak sempat melawan. Mungkin ini sudah takdirnya, saya hanya bisa ikhlas."
"Rumah tempat suami saya ditembak dibakar. Saya bahkan harus membayar biaya kafannya. Saya tidak tahu di mana kubur suami saya, hanya diberitahu dia dikuburkan di atas bukit"